Wednesday, November 14, 2007

License To Wed

Kemarin mlm, after office hour aku hang out bareng temen2. Awalnya sih pengen ke rumah temenku utk ambil oleh2 karena adiknya baru pulang dari medan tp krn tidak ada kabar sama sekali akhirnya aku putuskan utk nonton bareng temen2ku di PS… kami nonton LICENSE TO WED. Gretong pula, jadi tambah semangat deh hehhe..

Film itu bergenre Drama Comedy – my fav lah secara aku ga tll suka yg action2 gituh coz I’m a woman jd sukanya yg lembut2 … alah! Hahhaha.

Film yg dibintangi Mandy Moore (Sadie Jones), John Kransinski (Ben Murphy) & Robin Williams (Priest Frank) ini cukup enteng jalan ceritanya apalagi ditambah adegan2 komedi yg bener-bener ga perlu meras otak utk mengikuti jalan ceritanya. Walaupun begitu, menurutku ada beberapa pesan moral yg baik yg disampaikan di film ini, cieeee….. so analytical banget nih aku :P.

Di film ini, asal muasal masalah timbul ketika pasangan yg sudah tunangan – Sadie & Ben – memutuskan utk mengikrarkan cinta mereka dalam satu pernikahan. Karena Sadie ingin sekali menikah di gereja yg dipimpin oleh Priest Frank, alhasil Priest Frank menyampaikan bahwa ada serangkaian test pre-wed (kalau di Indonesia lebih di kenal dgn Konseling Pra Nikah) yg jadi suatu syarat utk melakukan pernikahan. Apabila Sadie & Ben tidak lulus test tsb maka pernikahan bisa tidak terjadi!!! So, they should have d license to get merit.

Beberapa syarat dari sekian bnyk list yg harus mereka patuhi dan tdk boleh dilanggar adalah its prohibited to make love even they’re already live in the same roof hehhe (ackward banget ya… secara di USA gituh lho..), ada juga test utk melihat bagaimana mereka menangani anak nantinya (mereka di beri boneka bayi kembar yg tampangnya… MASYA AMPUNNN!! Tua banget.. yg bisa pipis, nangis, ee, dll spt layaknya manusia), dan lagi salah satu pasangan di test utk mengendarai mobil dgn mata tertutup dan pasangannya di minta utk jadi ‘mata’ utk mengendarai mobil tst!!! Oh MAN!! Diz is d craziest part, I think. Tapi kata Priest Frank utk mengetahui seberapa bisa diandalkannya Ben dalam hidup Sadie. “You’ll be Sadie’ eyes…”, kata Priest Frank. Tapi ttp aja acara yg aneh menurutku hehhe.. Oh iya, mereka jg diminta utk mengisi their marriage vow dalam 1 buku yg diberikan oleh Priest Frank. Ada lagi the most unforgettable for them… di bagian dlm cincin kawin mereka bertuliskan “NEVER TO FART”.

Ujung2nya, emang bener sih ketika kita mengetahui sifat & karakter pasangan kita lebih dalam lagi… kadang kala kita menjadi ragu dan malah membatalkan keinginan kita sebelumnya. Tapi di film ini, tepatnya di penghujung film ini… Digambarkan bahwa apabila jika kita memiliki cinta yg sesungguhnya terhadap pasangan kita, sebesar apapun masalah yg kita hadapi pasti bisa diselesaikan dengan baik dan berujung kebahagiaan.

So, couples.. whoever you are, whenever you are…. Be sure that you love is the true love seperti yg Yesus ajarkan kepada kita dan tertuang di Galatia. Kasih melebihi segalanya…

Hepi merit!!! Lho???!! ;)

No comments: